Selasa, 08 Oktober 2013
0 komentar
Layangan Cumi-cumi Ala Murid TPM

Sejak pertengahan Juni hinga Juli lalu, murid–murid Taman Pendidikan Masyarakat Tanyoe (TPM) yang menetap di Desa Lambirah Kecamatan Sukamakmur Kabuaten Aceh Besar menjadikan layang-layang sebagai alat bermaian mereka di saat tidak ada jadwal belajar di TPM. 

Mereka menamakan layang-layang tersebut dengan nama Layangan Cumi-cumi. “Bentuk bawahnya (ekor) yang berbentuk tubuh Cumi-cumi”  kata Bojan salah satu murid TPM saat bermain layang-layang pada Minggu, 7 Juli 2013 lalu.

Arena tempat mereka bermain itu ialah di pekarangan TPM. Pekarangannya yang sempit, banyak bangunan dan juga pepohonan tidak mengganggu mereka dalam bermaian. Mereka sangat lihai dalam menerbangkan layangan cumi-cumi mereka. sangat jarang layangan mereka tersangkut di pepohonan maupun pada bangunan yang ada di sekitar itu.

Untuk mendapatkan layangan tersebut, mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk membelinya. Semua layang-layang murid TPM itu dibuat oleh mereka sendiri. Bahan bakunya adalah bambu, kantong kresek dan lem. Kemudian setelah itu baru diolah berdasarkan kemampuan masing-masing murid tersebut.

Bagi mereka, bulan Juni dan Juli adalah musim layang-layang. Hal itu dikarenakan angin sangat bagus. “Saat ini adalah musim layang-layang” kata Bojan lagi.

Mereka mulai menerbangkan layang-layang mulai pukul dua siang hingga pukul enam sore. Waktu paling rame yaitu pada sore Minggu sekitar pukul lima sore. Tidak semua dari murid TPM ikut serta dalam bermain dengan permaianan itu, kadang ada yang menonton dan ada juga yang memang tidak ikut serta sama sekali.

Mereka tidak tau kapan musim permainan ini akan berakhir. Jika tidak ada yang bermaian lagi maka sudah berakhir dan waktu itu tidak bisa diprediksi.


Leave a Reply